Sosialisasi Layanan Lumpur Tinja Terjadwal di Pulogebang

 

Program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) yang dijalankan oleh PD PAL dan dibantu IUWASH/DAI yang didanai USAId sedang berjalan di 4 Kelurahan di DKI Jakarta. Jumlah kelurahan yang telah melaksanakan program ini masih dirasakan sangat kurang mengingat DKI Jakarta memiliki 267 kelurahan. Sebagai program yang belum genap satu tahun berjalan, tentu saja dibutuhkan waktu, biaya dan usaha yang keras untuk bisa menerapkan program LLTT ini. Meski demikian, PD PAL Jaya dan IUWASH berusaha untuk meningkatkan jumlah kelurahan pelaksana program LLTT, salah satunya dengan insiatif untuk melaksanakan program LLTT di Kelurahan terdekat dengan lokasi IPLT (Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja) milik PD PAL Jaya yakni Pulo Gebang dan Duri Kosambi. Pemilihan Kelurahan ini sangat beralasan karena beberapa alasan seperti stigma atas dampak yang ditimbulkan oleh IPLT terhadap warga sekitar, biaya dan efesiensi waktu dalam operasional kegiatan LLTT yang diperkirakan lebih rendah, dan lain sebagainya, meski isu dampak sosial lebih diperhatian PD PAL Jaya sebagai alasan utama

Kelurahan Pulo Gebang

Pulo Gebang adalah lokasi kelurahan ke-5 yang disasar dalam program penyedotan lumpur tinja bagi warga DKI Jakarta setelah Rawamangun, Kemanggisan, Pademangan Barat dan Lenteng Agung.

Salah satu alasan mengapa Kelurahan Pulogebang dipilih sebagai salah satu keluarahan program LLTT karena keseriusan PD PAL Jaya untuk memperhatikan wilayah terdekat dari lokasi IPLT. Bisa diibaratkan maka Kelurahan Pulo Gebang dalam program LLTT adalah “Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tampak”. Adalah hal yang sangat bijaksana bila program penyedotan tangki septik berbasis terjadwal dimulai dari lokasi terdekat dari unit IPLTnya.

Sebagai langkah awal penerapan LLTT, maka pada tanggal 17 Februari 2016 diadakan sosialisasi. Acara berlangsung di aula Kelurahan Pulo Gebang dengan Lurah Pulo Gebang, Bpk. Hilal bertindak sebagai tuan rumah. Acara ini cukup istimewa mengingat Kelurahan Pulo Gebang adalah lokasi dimana IPLT (Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja) milik PD PAL Jaya berada. Dalam sosialisasi ini , dihadiri Dirut baru PD PAL Jaya, Bapak Subekti dan Direktur Administrsi dan Keuangan, Bapak Hidayat Sigit Suryanto, serta bapak Tofikurochman yang mewakili IUWASH.

Sebagai kelurahan yang berdekatan dengan IPLT, terdapat masalah yang menjadi tantangan dalam pelaksanaan program LLTT. Masyarakat masih ingat bila mereka merasakan efek kerusakan air, udara dan tanah yang diduga disebabkan oleh keberadaan IPLT yang sebelumnya dikelola oleh Dinas Kebersihan. Masyarakat Pulo Gebang menyatakan bila mereka tidak dapat menggunakan air tanah, bau yang sangat menyengat dan air sungai yang kotor. Itu semua merupakan indikator buruknya kondisi lingkungan Kelurahan Pulo Gebang yang dirasakan. Sampai akhirnta mereka memprotes keberadaan IPLT di Pulo Gebang.

Isu-isu semacam inilah yang dijadikan warga sebagai pertanyaan-pertanyaan dalam acara sosialisasi ini. PD PAL Jaya, yang mendapatkan mandat pengelolaan IPLT dari Dinas Kebersihan sejak 1 Januari 2016, sangat menyadari kegilisahan warga akan hal ini. Untuk itu, Direktur Utama PD PAL Jaya menyatakan bila PD PAL Jaya akan meningkatkan tata kelola IPLT secara lebih baik yang salah satunya adalah dengan program LLTT. PD PAL Jaya juga akan mengadakan kajian tentang kondisi lingkungan wilayah Pulo Gebang sebelum dan sesudah pelaksanaan program LLTT. Sementara Direktur Administrasi dan Keuangan PD PAL Jaya menambahkan bila semua keluhan warga akan ditampung dan akan dicarikan solusinya.

Pada akhirnya, 60 undangan yang hadir dalam sosialisasi LLTT dapat mengerti dan menerima bilamana LLTT akan dilaksanakan di Kelurahan Pulo Gebang. Sebagai tindak lanjut acara sosialisasi LLTT, Kelurahan Pulo Gebang, PD. PAL Jaya dan IUWASH akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai pinjakan untuk menjalankan LLTT ke tahap berikutnya. Semoga ini menjadi program yang akan mencapai target sesuai yang dharapkan.

Kelurahan Duri Kosambi, Jakarta Barat

Acara yang hampir serupa dengan sosialisasi Pulo Gebang, juga dilakukan PD PAL Jaya dan IUWASH dengan mengadakan acara Sosialisasi LLTT di Kelurahan Duri Kosambi pada tanggal 25 Februari 2016. Acara dibuka oleh Sekretaris Lurah Duri Kosambi dan Direktur Teknik PD PAL Jaya, Bapak Junifer Pandjaitan. Sementara itu, acara pemaparan Program LLTT dilakukan oleh Bapak Jonar Manurung (ketua tim LLTT PD PAL Jaya) dan diakhiri dengan tanya jawab antara PD PAL Jaya dengan perwakilan warga. Sementara itu, untuk memperkaya khasanah sosialisasi LLTT, diberikan pemaparan perlunya menjaga kesehatan lingkungan oleh dr. Dwi Rahmawita, Kepala Puskesmas Kel. Duri Kosambi.

Acara sosialisasi ini dihadiri sekitar 50 undangan yang berasal dari para ketua RW dan LMK serta perwakilan dari PKK Kelurahan Duri Kosambi dan berlangsung dari pukul 13.00 sampai 16.00.

Seperti halnya Kelurahan Pulo Gebang di wilayah Timur Jakarta, Kelurahan Duri Kosambi adalah kelurahan dimana lokasi IPLT milik PD PAL Jaya berada. Kelurahan yang berada di wilayah Jakarta Barat ini selain dihuni oleh perumahan-perumahan warga, juga menjadi lokasi perindustrian kecil dan menengah. Program sanitasi sendiri pernah diterima Kelurahan Duri Kosambi ketika Mercy Corps mengembangkan program kedoteng penyedotan tangki septik untuk wilayah-wilayah yang sulit terjangkau oleh mobile penyedotan, yakni wilayah RW. 04.

Salah satu hal yang menjadi perhatian warga Kelurahan Duri Kosambi adalah soal tarif LLTT yang diharapakan tidak akan menjadi beban warga mengingat kondisi ekonomi warga yang berbeda-beda. Diharapkan juga, PD PAL Jaya dapat menyediakan tangki septik komunal bagi warga yang tidak memiliki tangki septik dan membuang limbahnya ke saluran-saluran air.

Tampaknya, persoalan yang ada di Kelurahan Duri Kosambi nyaris serupa dengan kondisi kelurahan-kelurahan yang telah melaksanakan program LLTT dan sepertinya cukup menggambarkan kondisi pengelolan tangki septik di DKI Jakarta. Semoga LLTT bisa menjadi solusi bagi permasalahan ini sehingga slogan “Sanitasi Baru untuk Jakarta Baru” tidak menjadi penyemangat belaka.